MANAGEMEN STRATEGI PELAYANAN TERHADAP ANGGOTA KOPERASI
DISUSUN OLEH :
Ayu agustin & Imam syaifudin
PEMBAHASAN
A.MANAJEMEN STRATEGI
PELAYANAN KEPADA ANGGOTA KOPERASI
Untuk
mencapai segala sesuatu yang menjadai tujuan koperasi tersebut terlebih dari
pelayanan kepada anggota, terhadap pemasaran koperasi, terhadap keuangan
koperasi, hingga pada manajemen strategi terhadap SDM
koperasinya. Berikut ini kami jabarkan beberapa manajemen strategik
yang sangat penting dilaksanakan dan diterapkan oleh Koperasi diantaranya
a) Manajemen
strategik pelayanan Kepada anggota Koperasi
Hal ini sangat penting
dikarenakan pelayanan adalah nilai penting bagi anggota, kerena tujuan dari
sebuah koperasi adalah kesejahteraan anggota, maka koperasi harus maksimal
dalam aspek pelayanan kepada anggota baik dari waktu ke waktu koperasi juga
harus memperbaiki kualitas pelayanan terhadap anggotanya.
b) Manajemen strategik Pemasaran Koperasi
Dalam hal pemasaran
koperasi juga harus bisa lebih unggul dari perusahaan lainnya. Pemasaran yang
baik, kreatif dan inovativ diharapkan mampu menarik masyarakat untuk bergabung
menjadai anggota koperasi dan mampu loyal terhadap koperasi tersebut. Sehingga
dapat mendatangkan keuntungan yang lebih baik.
c) Manajemen strategik Keuangan koperasi
Keuangan merupakan
kunci utama dari sebuah organisasi. Semua kegiatan yang dilakukan koperasi
haruslah memiliki dana yang jelas mulai dari keputusan menarik dana,
menginvestasikan dana, serta penggunaan modal koperasi. Hal ini haruslah
dilakukan secara bijak oleh menejer dibawah pengawana dari pengawas.
d) Manajemen Sumber daya Manusia Strategik dalam koperasi
Seperti yang telah
disebutkan diawal tadi bahwa SDM merupakan poin penting dari sebuah organisasi
dan manajemen didalamnya. Maka dari itu SDM yang berada didalam jajaran
koperasi haruslah memilik kompetensi keahlian pada bidangnya masing –
masing.
B. KUALITAS
PELAYANAN KEPADA ANGGOTA (KOPERRASI)
Kualitas
Layanan Menurut Zethaml et.al dalam
Fajar Laksana (2008:88) kualitas layanan yang diterima konsumen dinyatakan
besarnya perbedaan antara harapan atau keinginan konsumen dengan tingkat
persepsi mereka. Sedangkan menurut Lovelock dalam Fajar Laksana (2008:88)
dikatakan bahwa kualitas adalah tingkat mutu yang diharapkan, dan pengendalian
keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Menurut Fandy Tjiptono (2003:4) kualitas diartikan sebagai kondisi dinamis yang
berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi
atau melebihi harapan.
Dari
pendapat beberapa ahli diatas dapat disimpulkan pengertian kualitas layanan
adalah suatu kondisi dimana jasa yang diberikan tersebut dinilai dalam sebuah
ukuran (unggul/tidak unggul) untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan.
Untuk mengetahui kualitas layanan yang diberikan koperasi sudah sesuai dengan
harapan anggota, maka harus ada perbandingan antara layanan yang mereka terima
dengan harapan yang mereka inginkan. Parasuraman, at all dalam Joesron (2005:15)
menyebutkan bahwa kualitas layanan yang sering disebut dimensi Servqual
(Service Quality) terdapat lima dimensi di dalamnya yaitu :
a) Tangibel/Bukti fisik
yaitu kemampuan suatu koperasi dalam menunjukkan aksistensinya kepada pihak eksternal.
Penampilan dan kemampuan, sarana dan prasarana fisik koperasi adalah bukti nyata dari
pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa,
yaitu kemampuan suatu koperasi dalam menunjukkan aksistensinya kepada pihak eksternal.
Penampilan dan kemampuan, sarana dan prasarana fisik koperasi adalah bukti nyata dari
pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa,
b)Reliabilitkeandalan
yaitu kemampuan koperasi untuk memberikan pelayan sesuai yang dijanjikan secara akurat
dan terpercaya, kinerja harus sesuai dengan harapan anggota yang berarti ketepatan waktu,
pelayanan yang sama untuk semua anggota tanpa kesalahan, sikap yang simpatik dengan
akurasi yang tinggi,
yaitu kemampuan koperasi untuk memberikan pelayan sesuai yang dijanjikan secara akurat
dan terpercaya, kinerja harus sesuai dengan harapan anggota yang berarti ketepatan waktu,
pelayanan yang sama untuk semua anggota tanpa kesalahan, sikap yang simpatik dengan
akurasi yang tinggi,
c)Responsiveness
/ tanggapan
yaitu Suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan layanan yang cepat dan tepat
kepada anggota, dengan menyampaikan informasi yang jelas. Membiarkan anggota
menunggu tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam
kualitas layanan,
yaitu Suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan layanan yang cepat dan tepat
kepada anggota, dengan menyampaikan informasi yang jelas. Membiarkan anggota
menunggu tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam
kualitas layanan,
d) Assurance
/ jaminan dan kepastian
yaitu pengetahuan, kesopan santunan para karyawan koperasi, terdiri dari beberapa
komponen antara lain, komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santun,
yaitu pengetahuan, kesopan santunan para karyawan koperasi, terdiri dari beberapa
komponen antara lain, komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santun,
e)Empathy
(Empati/Kepedulian) yaitu memberikan perhatian yang tulus dan
bersifat
individual atau pribadi yang diberikan kepada anggotanya dengan berupaya memenuhi
keinginan anggota.
individual atau pribadi yang diberikan kepada anggotanya dengan berupaya memenuhi
keinginan anggota.
C.PELAKSANAAN STRATEGI
Proses
ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menjawab permasalahan dan
metode pencapaian
target. Dalam strategi masa depan dapat meliputi semua aspek dalam organisasi ,
seperi sumberdaya, Perubahan anggaran dll. Strategi ini kemudian dirumuskan
menjadi salaj satu perangkat proses yang nantinya akan dijadikan acauan dalam
menjalankan aktivitas organisasi. Pelaksanaan dan Monitoring. Didasarkan pada
perencanaan strategi yang telah ditentukan sebelumnya, aplikasi dari seluruh
strategi tersebut harus dilakukan sesuai tugas dan fungsi yang ada. Perlu ada
mekanis memonitoring untuk memantau proses pelaksanaan strategi seperti rapat-rapat
rutin dan mekanisme pelaporan.
Manajemen
harus dapat memastikan bahwa proses sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Pastikan bahwa setiap tahapan pelaksanaan mempunyai target hasil. Idealnya
setiap recana strategis dilaksanakan untuk jangka waktu 5 tahun,
tidakterpengaruh dengan pergantian personel atau manajemen. Perencanaan
strategi harus mempunyai kekuatan mengikat kepada setiap manajemen yang
berkuasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa dinamika stuktur social bahkan
organisasi seringkali membuat perencanaan membutuhkan perbaikan dan pembenaan,
oleh karena itu perlu mekanisme koreksi dari manjemen
D.EVALUASI DAN KONTROL
Ada
beberapa karakter yang membuat evaluasi strategi kita menjadi efektif. pada
bagian ini kita akan membahas tiga karakter utama agar aktivitas evaluasi tidak
berlangsung dengan sia-sia yaitu:
Ekonomikal. Aspek yang
kita perlukan dalam evaluasi ini adalah informasi atas kinerja yang
indikatornya sudah diterapkan terlebih dahulu. Ketika informasi yang didapat
lengkap maka akan semakin baik.
Aspek
yang bermakna. Tindakan evaluasi yang akan kita lakukan harus sesuai dengan
tujuan yang telah kita tetapkan. Karena itulah yang merupakan penentuan
prioritas, kriteria kerja dalam penilaian, pembobotan yang akurat menjadi
penting dalam evaluasi kerja.
Tepat waktu. Evaluasi
yang dilakukan dilakukan tepat pada waktunya, karena itu perusahaan dalam
situasi persaingan bisnis sekarang harus memanfaatkan dukungan teknologi
informasi. Berbagai persoalan terkait degan kemutakhiran informasi untuk
pengawasan kini bisa dipecahkan dengan dukungan teknologi.
E. EVALUASI DAN KONTROL
KEBERHASILAN KOPERASI DARI SISI KEANGGOTAAN
Efek-Efek Ekonomis
Koperasi :
– Salah satu hubungan
penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang
kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
– Motivasi ekonomi
anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah
diserahkannnya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangakan anggota sebagai
pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa,
menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual/pembeli di luar
koperasi.
Pada dasarnya setiap
anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
– Jika kegiatan
tersebut sesuai dengan kebutuhan.
– Jika pelayanan
itu ditawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan
dibanding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar operasi.
Efek Harga dan Efek
Biaya :
– Partisipasi anggota
menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Besarnya nilai utilitarian maupun
normatif.
– Motivasi utilitarian
sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah
insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien,
atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta
penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk
barang.
– Bila dilihat dari
peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang
ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga
untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam
dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
F. EVAKUASI KEBERHASILAN
KOPRASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN
Tidak
dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di
landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang bukan kumpulan modal.
Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi
usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
– Ukuran kemanfaatan
ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya di hubungkan dengan
teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di
perolehnya manfaat ekonomi.
– Efesiensi adalah:
penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau
seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia
di sebut (Efisien). Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di
perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat
ekonomi yaitu :
1. Manfaat ekonomi
langsung (MEL) :
MEL adalah manfaat
ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya
transaksi antara anggota dengan koperasinya.
2. Manfaat ekonomi
tidak langsung (METL) :
METL adalah
manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya
transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu
atau periode pelaporan keuangan/pertanggung jawaban pengurus & pengawas,
yakni penerimaan SHU anggota.
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) BA
Bagi suatu badan usaha
koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya
manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs
+ EvP + EvPU
METL = SHUa
Efisiensi Perusahaan /
Badan Usaha Koperasi:
Tingkat efisiensi biaya
pelayanan BU ke anggota
(TEBP) =
Realisasi Biaya pelayanan / Anggaran biaya pelayanan
(Jika TEBP < 1
berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota)
Tingkat efisiensi biaya
usaha ke bukan anggota
(TEBU) =
Realisasi biaya usaha / Anggaran biaya usaha
(Jika TEBU < 1
berarti efisien biaya usaha)
Efektivitas Koperasi
adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara membandingkan output
anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os),
jika Os > Oa di sebut efektif.
Analisis Laporan
Keuangan : Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari system
pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi
manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat
evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan
koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang di buat oleh
badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi :
Neraca.
Perhitungan hasil usaha
(income statement)
Laporan arus kas(cash
flow)
Catatan atas laporan
keuangan.
Laporan perubahan
kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
Adapun perbedaan yang
pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat
menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi
pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil
usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan
anggota.
Perbedaan yang kedua
ialah bahwa laporan koperasi bukanmerupakan laporan keuangan konsolidasi dari
koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi
menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu
memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan
penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha
yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan
konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar