MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN KOPERASI
Disusun oleh:
Tri Ulandari
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen
Strategi
Manajemen strategi pemasaran dapat
dipahami dari pengertian dua istilah, yaitu manajemen dan strategi pemasaran.
Secara sederhana, manajemen dapat dipahami sebagai proses perencaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan terhadap segala sumber daya guna
mencapai suatu tujuan dengan efisien dan efektif.
Pengertian strategi
pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan mengenai bauran pemasaran,
biaya marketing, dan alokasi pemasaran, dalam kaitannya dengan kondisi
persaingan dan keadaan lingkungan yang diharapkan.
Dari pengertian
manajemen dan strategi pemasaran di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen
strategi pemasaran adalah proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan
terhadap strategi pemasaran. Dengan demikian, dalam manajemen strategi
pemasaran terkandung makna perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan
terhadap kebijakan-kebijakan pemasaran yang meliputi bauran pemasaran, biaya
pemasaran, dan alokasi pemasaran.
B. Tujuan-tujuan Manajemen Strategik Pemasaran
Koprasi, yaitu :
Adapun
tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa
sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya
pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah
bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari
analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi
pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta
mengawasi usaha pemasaran.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah:
1.
faktor mikro, yaitu
perantara pemasaran, pemk, pesaing dan masyarakat,
2.
faktor makro, yaitu
demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Sedangkan strategi pemasaran dari sudut pendangan
penjual adalah:
-
tempat yang
strategis (place),
-
produk y ang bermutu
(product),
-
harga yang kompetitif
(price)
-
promosi yang gencar
(promotion).
Sedangkan dari sudut pandang pelanggan adalah:
-
kebutuhan dan
keinginan pelanggan (customer needs and wants),
-
biaya pelanggan
(cost to the customer),
-
kenyamanan
(convenience)
-
komunikasi
(comunication).
Tujuan
akhir dan konsep strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya
(“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti
memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang
sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan. Atau
secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.
Ada hubungan erat antara mutu suatu
produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih
tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung
harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak
masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai
prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali
menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).
C. KONSEP PEMASARAN
1. Kebutuhan , Keinginan dan Permintaan
Ada perbedaan antara kebutuhan,
keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia
merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh
masyarakat atau pemasar, namun sudah adadan terukir dalam hayati kondisi
manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut.
Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatandan institusi sosial. Sedangkan
Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta
kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginandan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginandan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
2. Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat
ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu
produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasayang dapat
diberikannya. Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk
fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan
Nilai adalah perkiraan pelanggan
tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk
memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan
akan memilih produk manayang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai
setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat
mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
Kebutuhan dan keinginan manusia
serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran.
Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhanserta
keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan
suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai
gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing
pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah
pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi.
Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari
transaksi, maka hubunganyang baik dan saling percaya antara pelanggan,
distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis dan
sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan
setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan
menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar
secara kesinambungan.
5. Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan
potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu
turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah
pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi
pada suatu produk.
6. Pemasaran dan Pemasar
Pemasaran adalah keinginan manusia dalam
hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk
mewujudkan transaksiyang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
manusia. Pemasar adalah orang yang mencari sumberdaya dari orang lain dan mau
menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif
mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan
pihak kedua adalah calon pembeli.
Dari konsep inti pemasaran maka, ada lima konsep
pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan pemasarannya.
A.
Konsep Pemasaran
Berwawasan Produksi
Konsep ini adalah salah satu konsep tertua, yaitu akan
memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya. Dalam hal ini memusatkan
perhatiannya untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi serta cakupan
distribusi yang luas. Konsep ini dapat dijalankan apabila permintaan produk
melebihi penawarannya dan dimana biaya produk tersebut sangat tingi. Kelemahan
konsep pemasaran ini adalah pelayanan tidak ramah dan buruk.
B.
Konsep Pemasaran
Berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa pelanggan akan memilih
produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan inovatif dalam hal ini
memuaskan perhatian untuk membuat produk yang lebih baik dan terus
menyempurnakannya. Industri yang berwawasan ini cenderung tidak memperhatikan keinginan
dan kebutuhan dari pelanggan, sehingga divisi pemasaran akan mengalami
kesulitan dalam pemasaran.
C.
Konsep Pemasaran Berwawasan Menjual
Konsep ini berpendapat bahwa kalau pelanggan dibiarkan
saja, pelanggan tidak akan membeli produk industri dalam jumlah cukup sehingga
harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep ini
beranggapan bahwa pelanggan enggan membeli dan harus didorong supaya membeli.
Konsep ini sering digunakan pada “ Produkyang tidak dicari” atau tidak terpikir
untuk dibeli serta pada industri yang mengalami kelebihan kapasitas produksi.
C.
Konsep Pemasaran
Berwawasan Pemasaran
Konsep
ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan industri terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang
diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada saingannya.
A. Tujuan
Manajemen Sumber Daya Manusia
1. Perencanaan
Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation
and selection)
Persiapan.
Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia
dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan
adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang
lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu
diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah
kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan
lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga
kerja, dan lain sebagainya.
2. Rekrutmen
& Seleksi
1. Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment.
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai,
karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm
oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang
ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga
spesifikasi pekerjaan/job specification.
2. Seleksi tenaga kerja/Selection.
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari
sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan
setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat
hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan
penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi
standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih
untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi
lainnya.
Berdasarkan
pendapat yang dikemukakan oleh Cut Zurnali sebuah departemen SDM merekrut
karyawan-karyawan dengan kualifikasi knowledge worker agar sebuah organisasi
atau perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif dalam jangka panjang,
sekaligus memberikan keuntungan kepada para stake holder organisasi tersebut,
tidak hanya pada saat ini tapi juga di masa depan.
3. Pelatihan,
Pengembangan & Penilaian Prestasi
1.Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development
and evaluation).
Tenaga kerja yang bekerja pada
organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan
tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang
ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan
kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan
menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang
tinggi.
2. Memberikan kompensasi dan
proteksi pada pegawai (Compensation and protection).
Kompensasi adalah imbalan atas
kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan.
Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar
tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan
kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari
atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi
juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan
tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal
dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam
jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org
ini.
4.
Promosi, Pemindahan dan Pemisahan
1. Promosi
adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai
pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih
tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi,
kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi
pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan.
2. Pemisahan,
disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing,
adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji.
Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan
permasalahan keuangan perusahaan semakin serius.
3.
Terminasi adalah tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi
karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang
cukup.
4.
Pemberhentian sukarela adalah pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif
organisasi atau kemauan pegawai sendiri.
5.
Pengunduran diri adalah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja
maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun.
B. Strategi
dan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Manusia PT SEMEN GRESIK
1. HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT (HUMAN
CAPITAL MASTER PLAN)
Mengantisipasi
pertumbuhan dan pengembangan Perseroan yang mulai agresif dibeberapa tahun
terakhir ini, Perseroan telah menyusun Human Capital Master Plan (HCMP)
yang merupakan framework pengembangan secara bertahap HC
Perseroan dalam periode lima tahun ke depan, guna menjamin tercapaianya visi
Perseroan. Dalam HCMP tersebut, Perseroan telah menetapkan kebijakan-kebijakan
mendasar dalam pengelolaan dan pengembagan SDM. Seluruh kebijakan yang disusun
menyangkut pengembangan HC bermuara pada satu tujuan, Perseroan memiliki dan
mengembangangkan HC dengan talenta terbaik untuk menjamin tercapainya visi dan
misi Perusahaan.
HCMP Perseroan terdiri atas empat
tahapan yang dilakukan secara berkelanjutan, yakni:
Tahap pertama,
2009 - 2010, setting human capital foundation, yakni penyusunan
HCMP dan dimulainya transisi implementasi sistem dengan kegiatan penyelarasan
sistem manajemen SDM dan optimalisasi framework aliran human
capital di antara anggota group Perseroan.
Tahap kedua,
pelaksanaan HCMP, 2011 - 2012, growth & strengthening.
Perseroan melakukan penguatan human capital system dan
percepatan peningkatan performance SDM secara
berkesinambungan. Target tahap ini yaitu terjadinya akselerasi kemampuan dan
kinerja SDM secara signifikan guna mendukung pencapaian tujuan Perseroan.
Tahap ketiga,
2013, excellent performance. Pada tahapan ini seluruh Human
Capital System telah mencapai kondisi yang optimal dan berada pada
derajat aligment yang tinggi untuk menunjukkan high
performance system and culture.
Tahap keempat,
2014 dan seterusnya, pengelolaan HC Perseroan yang sejajar dengan pengelolaan
HC perusahaan kelas dunia. Pada tahap ini, pengelolaan HC yang dilakukan
Perseroan mampu membuat citra atau persepsi publik terhadap Perseroan berubah.
Perseroan telah menjadi perusahaan kelas dunia dengan standar manajemen
internasional, perusahaan pilihan dalam bisnis persemanan dan perusahaan
pilihan para talenta terbaik yang berminat terjun di bidang persemenan.
C..TRAINING AND
DEVELOPMENT
Salah
satu fokus HCMP yaitu pelaksanaan program leadership development dengan
tujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kapabilitas kepemimpinan yang
mumpuni, baik dari aspek teknis, kepemimpinan, maupun business acumen di
semua jenjang baik struktural maupun dan fungsional organisasi. Pemimpin di
Perseroan diupayakan memiliki kompetensi inti dan elemen kepemimpinan.
Kompetensi inti terdiri dari teamwork, continuous learning,
berorientasi melayani, profesional. Sedangkan elemen kepemimpinan berupa adaptibility, problem
solving, change leadership, planning organizing,
dan developing people.
Perseroan
juga melakukan penguatan budaya perusahaan yang didasarkan pada performance
based culture. Perilaku unggul dirangkum sebagai kompetensi inti, kemudian
digabungkan dengan kompetensi teknis yang dipergunakan sebagai dasar
pengembangan kompetensi pegawai.
Manajemen
Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya
manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan
kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi
tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan
mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan
dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas)
Kesimpulan
Manajemen
Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,
pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas
jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenagakerja dalam rangka mencapai
tujuan organisasi. Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad
kedua puluh manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat
diperlakukan sekehendak kali oleh majikan, hingga saat ini peningkatan kualitas
sumber daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai
keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka
negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain.
Pendekatannya
Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu dilakukan dengan pendekatan mekanis,
pendekatan paternalisme, dan, pendekatan system social. Tahap pelaksanaannya
yaiturecruitment (pengadaan), maintenance (pemeliharaan), dan development
(pengembangan). Fungsi adanya MSDM yaitu perencanaan tenaga kerja, pengembangan
tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pemberian kompensasi, pemeliharaan
tenaga kerja, dan pemberhentian. Urgensi adanya MSDM yaitu karena MSDM berarti
mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat
dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam organisasi, meningkatkan
kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan
fleksibilitas
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.cdc.gov/std/stats07/sumber-daya-manusia.htm. Accessed November
12, 2009.
http://www.cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr5804.pdf
http://www.org/topics/aids-pt-semen-gersik.background-information/what-is-testing/cd4-t-cell-tests/-infections/
http://www.avert.org/ -infections.htm
http://www.cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr5804.pdf
http://www.org/topics/aids-pt-semen-gersik.background-information/what-is-testing/cd4-t-cell-tests/-infections/
http://www.avert.org/ -infections.htm
Komentar
Posting Komentar